Senin, 14 Oktober 2013

Renungan Shalawat Nabi By: UJE

seseorang itu akan senantiasa mnyebut nama orang yang dicintainya,..
itu pasti,..
ketika diri ini mengaku cinta kepada Rasulullah SAW,...
maka bukti yang tidak bisa di pungkiri adalah kita akan senang bersholawat,..
senang memuji-muji Rasul kita
tidak akan pernah kita biarkan mulut ini berhenti memuji-muji Rasul kita
minimal ini yang akan keluar dari mulut kita,..
yang bersumber dari hati,..
dengan satu harapan kita akan mendapatkan syafaat (pertolongan yang besar),..
disaat tidak ada satupun orang yang akan menolong kita..
dimana pertolongan ini Allah berikan kepada Rasul kita Muhammad SAW
"sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bershalawat kepada nabi"
bayangkan sebelum Allah SWT menyuruh
"ya Allah izinkanlah hamba sekali saja melihat wajah Rasul hamba,..hamba rindu ya Allah,..hamba ingin mendengar suaranya"


Kamis, 10 Oktober 2013

PENGINDERAAN JAUH


Karakter utama dari suatu image (citra) dalam penginderaan jauh adalah adanya rentang panjang gelombang (wavelength  band) yang dimilikinya. Beberapa radiasi yang bisa dideteksi dengan sistem penginderaan jarak jauh seperti : radiasi cahaya matahari atau panjang gelombang dari visible dan near sampai middle  infrared,  panas atau dari distribusi spasial energi panas yang dipantulkan permukaan bumi (thermal), serta refleksi gelombang mikro. Setiap material pada permukaan bumi juga mempunyai reflektansi yang berbeda terhadap cahaya matahari. Sehingga material-material tersebut akan mempunyai resolusi yang berbeda pada setiap band panjang gelombang.
Piksel adalah sebuah titik yang merupakan elemen palong kecil pada citra satelit.Angka numerik (1 byte) dari piksel disebut Digital Number (DN).Digital Number bisa ditampilkan dalam warna kelabu, berkisar antara putih dan hitam (greyscale), tergantung level energi yang terdeteksi. Piksel yang disusun dalam order yang benar akan membentuk sebuah citra.
Berdasarkan resolusi yang digunakan, citra hasil penginderaan jarak jauh bisa dibedakan atas (Jaya, 2002):
• Resolusi spasial
Merupakan ukuran terkecil dari suatu bentuk (feature) permukaan bumi yang bisa dibedakan dengan bentuk permukaan disekitarnya, atau sesuatu yang ukurannya bisa ditentukan.Kemampuan ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasi (recognize) dan menganalisis suatu objek di bumi selain mendeteksi (detectable) keberadaannya.
• Resolusi spektral
Merupakan dimensi dan jumlah daerah panjang gelombang yang sensitive terhadap sensor
• Resolusi radiometrik
Merupakan ukuran sensitifitas sensor untuk membedakan aliran radiasi (radiation flux) yang dipantulkan atau diemisikan suatu objek oleh permukaan bumi.
• Resolusi Temporal
Merupakan frekuensi suatu sistem sensor merekam suatu areal yang sama (revisit). Seperti Landsat TM yang mempunyai ulangan setiap 16 hari, SPOT 26 hari dan lain sebagainya.

Kebanyakan citra satelit yang belum diproses disimpan dalam bentuk grayscale, yang merupakan skala warna dari hitam ke putih dengan derajatkeabuan yang bervariasi. Untuk penginderaan jauh, skala yang dipakai adalah256 shade grayscale, dimana nilai 0 menggambarkan hitam, nilai 255 putih.Untuk citra muktispektral, masing-masing piksel mempunyai beberapa
DN, sesuai dengan jumlah band yang dimiliki.Sebagai contoh, untuk Landsat 7,masing-masing piksel mempunyai 7 DN dari 7 band yang dimiliki.Citra bisaditampilkan untuk masing0masing band dalam bentuk hitan putih maupunkombinasi 3 band sekaligus, yang disebut color composites.Citra, sebagai dataset, bisa dimanipulasi menggunakan algorithm(persamaan matematis).Manipulasi bisa merupakan pengkoreksian error,pemetaan kembali data terhadap suatu referensi geografi tertentu, ataupunmengekstrak informasi yang tidak langsung terlihat dari data. Data dari dua citraatau lebih pada lokasi yang sama dikombinasikan secara matematis untuk
membuat composite dari beberapa dataset. Produk data ini, disebut derivedproducts, bisa dihasilkan dengan beberapa penghitungan matematis atas datanumerik mentah (DN) (Puntodewo, dkk, 2003)
Gambar 1. Reflektansi obyek pada Berbagai Panjang Gelombang


















KARAKTERISTIK BERBAGAI CITRA SATELIT

LANDSAT
Teknologi penginderaan jauh satelit dipelopori oleh NASA Amerika
Serikat dengan diluncurkannya satelit sumberdaya alam yang pertama, yang
disebut ERTS-1 (Earth Resources Technology Satellite) pada tanggal 23 Juli
1972, menyusul ERTS-2 pada tahun 1975, satelit ini membawa sensor RBV
(Retore Beam Vidcin) dan MSS (Multi Spectral Scanner) yang mempunyai
resolusi spasial 80 x 80 m. Satelit ERTS-1, ERTS-2 yang kemudian setelah
diluncurkan berganti nama menjadi Landsat 1, Landsat 2, diteruskan dengan
seri-seri berikutnya, yaitu Landsat 3, 4, 5, 6 dan terakhir adalah Landsat 7 yang
diorbitkan bulan Maret 1998, merupakan bentuk baru dari Landsat 6 yang gagal
mengorbit.
Landsat 5, diluncurkan pada 1 Maret 1984, sekarang ini masih beroperasi
pada orbit polar, membawa sensor TM (Thematic  Mapper), yang mempunyai
resolusi spasial 30 x 30 m pada band 1, 2, 3, 4, 5 dan 7. Sensor Thematic
Mapper mengamati obyek-obyek di permukaan bumi dalam 7 band spektral,
yaitu band 1, 2 dan 3 adalah sinar tampak (visible), band 4, 5 dan 7 adalah inframerah dekat, infra merah menengah, dan band 6 adalah infra merah termal yangmempunyai resolusi spasial 120 x 120m. Luas liputan satuan citra adalah 175 x185 km pada permukaan bumi. Landsat 5 mempunyai kemampuan untukmeliput daerah yang sama pada permukaan bumi pada setiap 16 hari, padaketinggian orbit 705 km (Sitanggang, 1999 dalam Ratnasari, 2000). Kemampuanspektral dariLandsat-TM, ditunjukkkan pada Tabel 2.Program Landsat merupakan tertua dalam program observasi bumi.Landsat dimulai tahun 1972 dengan satelit Landsat-1 yang membawa sensorMSSmultispektral.Setelah tahun 1982, Thematic Mapper TM ditempatkan padasensor MSS. MSS dan TM merupakan whiskbroom scanners.Pada April 1999Landsat-7 diluncurkan dengan membawa ETM+scanner.Saat ini, hanyaLandsat-5 dan 7 sedang beroperasi.

Tabel 1. Karakteristik ETM+ Landsat
Sistem Landsat-7
Orbit 705 km, 98.2o, sun-synchronous, 10:00 AM
crossing, rotasi 16 hari (repeat cycle)
Sensor ETM+ (Enhanced Thematic Mapper)
Swath Width 185 km (FOV=15o)
Off-track viewing Tidak tersedia
Revisit Time 16 hari
Band-band Spektral (µm) 0.45 -0.52 (1), 0.52-0.60 (2), 0.63-0.69 (3),
0.76-0.90 (4), 1.55-1.75 (5), 10.4-12.50 (6),
2.08-2.34 (7), 0.50-0.90 (PAN)
Ukuran Piksel Lapangan
(Resolusi spasial)15 m (PAN), 30 m (band 1-5, 7), 60 m band 6Arsip data earthexplorer.usgv.gov
Sistem Landsat merupakan milik Amerika Serikat yang mempunyai tigainstrument pencitraan, yaitu RBV (Return Beam Vidicon), MSS (multispectral
Scanner) dan TM (Thematic Mapper). (Jaya, 2002)
• RBV
Merupakan instrumen semacam televisi yang mengambil citra .snapshot.
dari permukaan bumi sepanjang track lapangan satelit pada setiap selang
waktu tertentu.
• MSS
Merupakan suatu alat scanning mekanik yang merekam data dengan cara
men-scanningpermukaan bumi dalam jalur atau baris tertentu
• TM
Juga merupakan alat scanning mekanis yang mempunyai resolusi spectral,
spatial dan radiometric.
Tabel 2. Band-band pada Landsat-TM dan kegunaannya (Lillesand dan
Kiefer, 1997)
Band Panjang
Gelombang
(µm)
Spektral Kegunaan
1 0.45 . 0.52 Biru Tembus terhadap tubuh air,
dapat untuk pemetaan air, pantai,
pemetaan tanah, pemetaan
tumbuhan, pemetaan kehutanan
dan mengidentifikasi budidaya
manusia
2 0.52 . 0.60 Hijau Untuk pengukuran nilai pantul
hijau pucuk tumbuhan dan
penafsiran aktifitasnya, juga
untuk pengamatan kenampakan
budidaya manusia.
3 0.63 . 0.69 Merah Dibuat untuk melihat daerah
yang menyerap klorofil, yang
dapat digunakannuntuk
membantu dalam pemisahan
spesies tanaman juga untuk
pengamatan budidaya manusia
4 0.76 . 0.90 Infra
merah
dekat
Untuk membedakan jenis
tumbuhan aktifitas dan
kandungan biomas untuk
membatasi tubuh air dan
pemisahan kelembaban tanah
5 1.55 - 1.75 Infra
merah
sedang
Menunjukkan kandungan
kelembaban tumbuhan dan
kelembaban tanah, juga untuk
membedakan salju dan awan
6 10.4 - 12.5 Infra
Merah
Termal
Untuk menganallisis tegakan
tumbuhan, pemisahan
kelembaban tanah dan pemetaan
panas
7 2.08 . 2.35 Infra
merah
sedang
Berguna untuk pengenalan
terhadap mineral dan jenis
batuan, juga sensitif terhadap
kelembaban tumbuhan
Terdapat banyak aplikasi dari data Landsat TM: pemetaan penutupan
lahan, pemetaan penggunaan lahan, pemetaan tanah, pemetaan geologi,
pemetaan suhu permukaan laut dan lain-lain. Untuk pemetaan penutupan dan
penggunaan lahan data Landsat TM lebih dipilih daripada data SPOT
multispektral karena terdapat band infra merah menengah. Landsat TM adalah
satu-satunya satelit non-meteorologi yang mempunyai band inframerah termal.
Data termal diperlukan untuk studi proses-proses energi pada permukaan bumi
seperti variabilitas suhu tanaman dalam areal yang diirigasi. Seperti Tabel 2
menunjukkan aplikasi atau kegunaan utamaprinsip pada berbagai band Landsat
TM.






Gambar 2. Citra Landsat 7 ETM+ 15 m di London, England, 15m Data
Courtesy USGS (infoterra-global.com, 2004)


Keadaan Iklim Nusa Tenggara Barat (NTB)


Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, memiliki luas wilayah 20.153,15 km2. Terletak antara 115° 46' - 119° 5' Bujur Timur dan 8° 10' - 9 °g 5' Lintang Selatan. Selong merupakan kota yang mempunyai ketinggian paling tinggi, yaitu 148 m dari permukaan laut sementara Raba adalah kota terendah dengan 13 m dari permukaan laut.
Batas wilayah Nusa Tenggara Barat yaitu sebelah Utara dengan : Laut Jawa dan Laut Flores, sebelah Selatan dengan : Samudra Indonesia, sebelah Barat dengan : Selat Lombok / Prop. Bali, dan sebelah Timur dengan : Selat Sape / Propinsi NTT.
Propinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai iklim kering dan siklus periode hujan yang singkat. Sebagian wilayahnya merupakan wilayah bayangan hujan. Dari catatan stasiun Badan Meteorologi di Ampean dan Mataram, suhu terendah adalah 20,8˚C terjadi pada bulan Januari dan suhu tertinggi 32,1˚C terjadi pada bulan Oktober. Sebagai daerah tropis, NTB mempunyai rata-rata kelembaban yang relatif tinggi, yaitu antara 48 - 95 %.

Curah hujan rata-rata per bulan pada musim penghujan paling tinggi hanya 421 sampai 526 mm (bulan Januari dan Desember). Pada bulan lain, jarang turun hujan. Kalaupun turun hujan, curah hujannya umumnya tidak lebih dari 290-an mm dan lebih sering di bawah 100 mm.
Keadaan iklim di kota Mataram dipengaruhi oleh dua kali perubahan arah angin, sehingga menghasilkan dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada bulan April-Oktober bertiup angin kering dari Tenggara yang mengakibatkan musim kemarau, sedangkan pada bulan Nopember-Maret bertiup angin yang mengandung uap air dari Barat sehingga mengakibatkan musim hujan. Kecepatan angin pada musim hujan ini cukup kencang bahkan sering menimbulkan kerusakan pada beberapa bagian kota seperti tumbangnya pohon besar di pinggir jalan, sedang kecepatan angin pada musim kemarau rendah.